Untukhuruf "i" mencakup berbagai peluang kerja sama yang bisa dilaksanakan dengan dunia kerja. Syarat Terwujudnya Link and Match. Berikut beberapa syarat agar link and match bisa terwujud: Lembaga pendidikan dan dunia industri diharapkan membuat kurikulum bersama. Terdapat sinkronisasi kurikulum yang dilakukan secara berkala.
GOWA- Link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) / Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) dengan dunia usaha dunia industri (DUDI) yang digaungkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen DIKSI) tahun 2021 bukanlah merupakan program baru. Jika ditelisik lebih jauh, program ini mulai dicanangkan tahun 1989.
ANTARAFOTO/HO-Hilman/pri. Jakarta (ANTARA) - Program "Link and Match" antara kebutuhan industri dengan para siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menjadi bagian dari pendidikan vokasi di Indonesia ternyata berpotensi besar menghasilkan talenta digital unggul sesuai semangat transformasi digital.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Helmiati Basri mengatakan, diperlukan link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, usaha serta industri.. Sebab, langkah tersebut sangat penting agar lulusan lembaga pendidikan dapat terserap dengan baik di dunia kerja.
KepalaCabang Dinas (Cabdin) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Jawa Tengah Suratno mengaku, penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi di SMK, bertujuan untuk memperkuat link and match dengan dunia kerja dan dunia industri (DUDI). Terlebih pandemi Covid-19 telah mengubah lanskap ketenagakerjaan. Mempercepat proses konversi tenaga kerja jasa
Linkand match adalah penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja ke depan. Kurikulum dan sistem pendidikan terutama pendidikan tinggi di Indonesia sudah saatnya sesuai dengan kebutuhan kerja (link and match). Pasalnya, sampai saat ini lulusan pendidikan tinggi belum menjadi jaminan bisa memasuki pasar kerja dan dunia industri.
bJyc.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Istilah Link and Match bukanlah suatu istilah asing bagi dunia pendidikan, terutama SMK. Istilah ini sebenarnya sudah lama dikenal, namun sejak diluncurkan Inpres no 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK, Link and match menjadi item penting yang harus menjadi perhatian penuh oleh kalangan ini saya menafsirkan Link and match dalam arti sempit. Setelah banyak menjalin komunikasi, koordinasi dengan banyak pihak, apalagi sudah mendengar langsung dari tiga orang narasumber Dari MM 2100 ternyata penafsiran tentang link and match itu sangat SMK dengan Industri harus Link and match Kalau saja setiap guru di sekolah sudah memahami tentang revolusi industri. Dimana kita sudah mengalami revolusi industri sebanyak empat kali. Dan saat ini kita sudah memasuki revolusi industri Dimana semua aktifitas sudah serba digitalisasi, otomisasi, menggunakan sistem robotic serta semua aktifitas sudah berbasis internet. Sistem penjualan barang melalui E-Comerce, pengambilan uang dan transper sudah menggunakan aplikasi. dengan adanya revolusi industri juga sudah menyebabkan banyak bidang pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga manusia. ada sekitar 22 ribu orang penjaga tol kehilangan pekerjaan akibat diberlakukannya sistem E- tol. Bank bank sudah mengurangi rekrut karyawan dibidang teller , customer service, karena sudah adanya transaksi secara elektronik. Hanya bidang bidang tertentu saja yang tidak akan terimbas oleh adanya revolusi industri Contohnya bidang kerja perawat. Guru juga disebut salah satu pekerjaan yang tidak akan hilang dengan adanya revolusi industri kalau saja guru tidak hanya bertugas sebagai pentransper ilmu. namun guru harus inspirator ,mendidik, mengarahkan,membimbing, membina , menilai dan mengevaluasi. Saat guru hanya menjalankan fungsinya sebagai pentransper ilmu, kelak profesi guru akan digantikan oleh mesinSalah satu pertanyaan dari siswa saat diskusi berlangsung kepada salah seorang narasumber hari ini adalah. "saat tenaga manusia tidak dibutuhkan lagi .sementara pertumbuhan jumlah manusia semakin meningkat,. Apa lagi yang akan dilakukan oleh manusia saat itu?sebuah pertanyaan yang menantang menurut saya, apa yang akan dilakukan oleh generasi sekarang , apabila lapangan pekerjaan semakin sempit, tenaga manusia sudah digantikan oleh mesin Jawaban dari pertanyaan itu adalah kita harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi. siswa dari sekarang harus menggunakan perkembangan teknologi informasi dalam mengembangkan bidangnya masing masing. Lantas sebagai guru smk dan dari pihak manajemen sekolah , apa yang harus dilakukan dalam menyikapi revolusi industri pentingnya program link and match antara smk dengan industri. Dalam menyusun program pembelajaran perlu duduk bersama pihak sekolah dengan industri yang akan menggunakan tenaga dan fikiran mereka kelak. 1 2 3 4 Lihat Pendidikan Selengkapnya
Medan - Sejak awal tahun 2017 hingga kini, pemerintah telah meluncurkan program pendidikan vokasi industri tahap IV dalam rangka membangun link and match antara SMK dengan industri. Berdasarkan hasil evaluasi, beberapa permasalahan masih ditemui pada SMK. "Pertama, kurikulum pendidikan yang digunakan belum mengakomodir kebutuhan kompetensi di industri dan masih bersifat broadbased, sementara industri membutuhkan kompetensi yang lebih spesialis," kata Menteri Perindustrian Menperin Airlangga Hartarto dalam peluncuran program vokasi tahap IV di Sugar Industri Medan, Kawasan Industri Medan KEM, Senin 2/10. Tantangan kedua kata Menperin, peralatan praktikum di SMK kurang memadai dari segi jumlah. Begitu pun teknologinya sangat tertinggal dari industri. Mengenai jumlah guru bidang studi produktif kata Menperin, masih sangat terbatas yakni hanya 22 persen dari jumlah guru SMK. "Mereka juga kurang memiliki pengalaman dalam hal praktik di industri," kata dia. Sebagai tindak lanjut peluncuran program pendidikan vokasi industri, Kemperin bersama Kemdikbud telah dilakukan penyelarasan kurikulum bersama SMK dengan industri untuk 34 program keahlian/jurusan terkait industri. Caranya memasukkan kompetensi keahlian yang dibutuhkan industri ke dalam mata pelajaran di SMK. Selain itu, telah disusun modul untuk materi pembelajaran tambahan sesuai kebutuhan industri sebanyak 25 program keahlian dengan melibatkan praktisi industri dan SMK. Sedangkan modul untuk 9 program keahlian tambahan dari SMK di Jawa Barat sedang dalam proses penyusunan. "Hasil penyelarasan kurikulum dan modul untuk 25 program keahlian tersebut telah kami sampaikan kepada Kemdikbud, Dinas Pendidikan dan SMK yang bersangkutan," kata dia Untuk penyediaan peralatan praktik minimum di SMK, Kementerian Perindustrian pada tahun ini telah merealokasi anggaran sebesar Rp 40 miliar, yang dialokasikan untuk 70 SMK dengan rata-rata nilai bantuan sebesar 500 juta per SMK. Kementerian Perindustrian Kemperin meluncurkan pendidikan vokasi tahap IV berbasis kompetensi dalam rangka membangun link and match antara SMK dengan industri di Sumatera bagian Utara. Sebelumnya hal serupa telah dilakukan di Jawa Timur tahap I, Jawa Barat tahap II dan Jawa Barat tahap III. Sumber Saksikan live streaming program-program BTV di sini Astra Resmikan Kampus Baru ASTRAtech, Kucurkan Dana hingga Rp 600 Miliar OTOTEKNO Kemenaker Kerja Sama Sertifikasi Profesi dengan Perason Vue dan Certiport EKONOMI Arsjad Rasjid Apresiasi Program Kurasi dan Vokasi Kadin Jatim EKONOMI Puan Minta Pemerintah Jembatani Lulusan SMK dengan Pelaku Industri NASIONAL Kemenaker Beberkan 8 Sarana Ciptakan Hubungan Industrial Harmonis EKONOMI Industri Manufaktur Unjuk Gigi di Jerman Lewat Hannover Messe EKONOMI
KETERHUBUNGAN dan keselarasan link and match antara dunia pendidikan vokasi khususnya sekolah menengah kejuruan SMK dan industri jadi kunci dalam optimalisasi penyerapan tenaga kerja terampil. Tanpa adanya link and match, lulusan SMK bisa jadi sia-sia menganggur. Industri pun potensial kehilangan peluang dalam penyiapan tenaga kerja jangka panjang. Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan M Bakrun menegaskan, link and match sebagai pola ideal pendidikan vokasi penting untuk menjadi fokus lembaga pendidikan dan industri. Pengangguran dari lulusan SMK bisa ditekan asalkan ada keterhubungan dengan industri. “Keterhubungan dengan industri menjadi kunci mengatasi pengangguran tenaga kerja terampil dari SMK. Jika tidak terhubung dengan industri, sekolah akan kesulitan menyalurkan lulusan mereka, sedangkan dari sisi industri, keterhubungan itu bisa menjamin penyiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan standar mereka masingmasing,” ujarnya di Jakarta, Senin 12/8. Dia menerangkan, ada empat wilayah kunci yang saat ini dijalankan kementerian untuk mengembangkan link and match SMK dengan industri. Pertama, ialah sisi kuantitas. Pengembangan vokasi SMK kini diarahkan tidak lagi pada banyaknya lulusan SMK semata. Lulusan SMK dari segi kuantitas didorong untuk sesuai dengan kebutuhan industri di wilayah masing-masing. Kedua, dari segi kualitas, lulusan SMK dipacu guna memenuhi permintaan demand industri. Hal itu diberi ruang melalui sinkronisasi kurikulum pembelajaran dengan standar industri. Keleluasaan SMK guna menyesuikan kurikulum ajar tersebut didorong melalui Peraturan Menteri Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2018 mengenai Standar Nasional Pendidikan SMK/Madrasah Aliyah Kejuruan. “SMK diberikan keleluasaan untuk membuat kurikulum yang implementatif. Penyelarasan kurikulum dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan atau industri bisa dilakukan,” ucapnya. Ketiga, ialah faktor pergeseran kebutuhan SDM oleh industri. Menurut Bakrun, kebutuhan terhadap beragam pekerjaan terampil dapat berubah-ubah trennya sesuai perkembangan pasar. Terlebih, saat ini tengah terjadi revolusi industri yang juga menggerus sebagian pekerjaan tenaga terampil. Karena itulah, SMK yang ada harus mencermati tren yang berkembang. Sebagai contoh Ia menyebut ada empat kompetensi keahlian baru jurusan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud berdasarkan masukan dunia usaha/dunia industri dan asosiasi profesi yakni Retail, Manajemen logistik, Hotel dan restoran, serta Produksi Film. “Sisi permintaan dari empat sektor tersebut akan tumbuh pesat ke depan sehingga SMK harus menyiapkan tenaga terampil sesuai dengan kebutuhan. Ritel daring, misalnya, sangat berkembang pesat, serta ritel luring juga masih membutuhkan tenaga terampil. Jasa logistik/pengiriman saat ini juga tumbuh pesat begitu juga dengan pariwisata dan film,” jelasnya. Keempat , ialah faktor geografis. Keberadaan SMK tak boleh mengabaikan potensi wilayah yang dibutuhkan pasar lapangan kerja, diminati masyarakat, dan industri setempat. Peta jalan Badan Pusat Statistik BPS mencatat, lulusan SMK menjadi penyumbang tertinggi tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. Bahkan, Presiden Joko Widodo merespons masalah tersebut dengan mengeluarkan Instruksi Presiden Inpres Nomor 9/2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan. Hal itu untuk membantu SMK menciptakan link and match dan meningkatkan kualitas SMK. Pada bagian lain, Survei Angkatan Kerja Nasional Sakernas mencatat pengangguran lulusan SMK terus menurun. Pada 2016 tercatat 9,84%, dan pada 2017 angkanya sebesar 9,27%, serta pada 2018 sebesar 8,92%. Adapun angka partisipasi tenaga kerja yang lulus dari SMK dari waktu ke waktu juga postif, yakni mengalami tren kenaikan. Apabila pada 2015 hanya 10,83 juta orang, jumlahnya meningkat mencapai 13,68 juta orang pada 2018. Bakrun optimistis revitalisasi SMK yang kini mulai menunjukkan dampak positif terhadap pengurangan pengangguran lulusan SMK terus berlanjut. Apalagi menyusul Instruksi Presiden No 9 Tahun 2016, Kemendikbud sudah menyusun peta jalan pengembangan SMK, dan juga meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha dunia industri DUDI. Kemudian, melakukan pengembangan dan penyelarasan kurikulum, mendorong inovasi, serta pemenuhan, peningkatan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan, dan terakhir meningkatkan akses sertifi kasi lulusan SMK dan akreditasi SMK. Bidang garapan revitalisasi SMK pada aspek tersebut akan diterapkan di SMK yang menjadi sasaran revitalisasi yang akan fokus pada bidang manufaktur, pariwisata, pertanian, kemaritiman, industri kreatif, dan energi pertambangan. “Hingga saat ini sedikitnya ada 142 kompetensi keahlian yang sudah tersedia skema sertifi kasinya untuk kualifi kasi level II dan III, selain itu kita juka fokus ke pengembangan karakter kerja agar lulusan SMK siap memasuki dunia kerja” pungkas Bakrun. Tenaga kerja terampil Optimisme revitalisasi SMK yang mengarah pada pengurangan pengangguran lulusan SMK juga pernah diutarakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Muhadjir Effendy pada Pertemuan Menteri-Menteri Pendidikan ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations Education Ministers Meeting ASED, di Nay Pyi Taw, Myanmar, Oktober 2018. “Indonesia yang berpenduduk terbesar keempat di dunia dengan struktur populasi yang relatif muda, berusaha untuk mendapatkan manfaat dengan meningkatkan mutu tenaga kerja terampil lewat pendidikan berkualitas,” kata Muhadjir. Muhadjir mengungkapkan saat ini strategi Indonesia dalam empersiapkan tenaga terampil lulusan SMK yakni beralih pada kebutuhan industri atau demand side. Dengan demikian, penyusunan kurikulum dan peran serta industri sebagai calon pengguna semakin ditingkatkan. Hal ini berlaku baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. “Karena itu kurikulum 60% ditentukan oleh dunia usaha. Kemudian proses belajar mengajar juga lebih banyak pada praktik-praktik di dunia usaha dan dunia industri. Kami berharap lulusan SMK semakin siap menghadapi dunia profesional di era keterbukaan pasar kerja dan revolusi industri keempat,” pungkas Mendikbud. Dhk/S5-25
– Cawapres Sandiaga Uno mewacanakan penghapusan ujian nasional UN jika terpilih nanti. Selain itu, Sandiaga akan mengusahakan agar para lulusannya tidak hanya cerdas, tapi juga bisa langsung bekerja. Sandiaga Uno juga menyinggung tentang link and match serta memastikan peserta didik memiliki kesempatan bukan hanya mendapatkan pendidikan berkualitas, tapi setelah mereka lulus dapat kesempatan kerja. Kata Sandi dalam Debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17/3/2019. Nah Kira-kira Apa Itu Link and Match’? Link and match adalah penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja ke depan. Kurikulum dan sistem pendidikan terutama pendidikan tinggi di Indonesia sudah saatnya sesuai dengan kebutuhan kerja link and match. Pasalnya, sampai saat ini lulusan pendidikan tinggi belum menjadi jaminan bisa memasuki pasar kerja dan dunia industri. Pada hakikatnya konsep link and match dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja. Perguruan Tinggi perlu melakukan kerjasama sinergis dengan dunia kerja profesional agar relevansi pendidikan tinggi dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu tentunya dengan prinsip kerja dimana perguruan tinggi harus mampu memberikan keuntungan juga bagi dunia usaha model manajemen win-win, jika akan melakukan program link and match. Seperti kita tahu, hampir setiap tahun terjadi peningkatan pengangguran lulusan pendidikan tinggi. Pasalnya, lulusan perguruan tinggi belum didukung dengan kemampuan atau kompetensi untuk masuk ke pasar kerja. Oleh karena itu, sebagai pihak kampus, langkah kongkrit yang dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan adalah menyesuaikan program pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar. Melalui kerjasama fungsional link and match dengan dunia kerja profesional, perguruan tinggi secara konseptual akan memiliki peluang yang cukup besar untuk melahirkan lulusannya menjadi calon-calon tenaga kerja yang memiliki profesionalisme yang tinggi. Karena di dunia kerja itulah para mahasiswa akan memperoleh pengalaman baru lebih jauh dan aktual dari sekedar pengalaman yang dideskripsikan pada kurikulum suatu perguruan tinggi. Ingin kampus anda administrasi akademik beres, pelaporan Feeder beres & akreditasi sukses, yuk klik Mengenal SEVIMA SEVIMA merupakan perusahaan Edutech education technology yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll. dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud TAGS
link and match smk dengan dunia kerja